KATA PENGANTAR

Risalah yang kini di tangan saudara ini, kiranya bisa mewakili kerinduan silaturahmi antar perjuangan Islam di tanah melayu khususnya, dunia islam pada umumnya. Yang mesti secara teritorial berjauhan, namun kegetiran juang dan beratnya perlawanan, di atas semua itu,tentunya kesamaan tujuan, membuat hati-hati ini terasa dekat. Dentuman mesiu di bumi Islam Moro, membarakan jihad Pejuang Islam Pathani. Sebagaimana Kelesuan jihad di bumi Nusantara menjadi keprihatinan para Pejuang Islam di berbagai tanah melayu lainnya.

Menyadari bahwa pertemuan antar pejuang Islam, sering terhantuk kendala di sana sini. Sedang usaha Lii’Lai Kalimatillah dan bela daulah haruslah terus berjalan. Kami hantarkan buku ini ke tangan saudara……….

Mukminin seluruh bumi ibarat satu tubuh kata Nabi SAW, walaupun hari ini tak lagi utuh. Tidak lagi menjadi untaian permata Daulah Islam yang menyiratkan keagungan Hukum Islam, di sna sini nampak telah membusuk dengan bercokolnya Darul Kuffar yang memegang vitalitas tubuh tadi. Khilafah dunia digenggam tangan najis Kuffar di bawah bendera UNO, sedang Khilafah Islamiyyah yang seharusnya menjadi pilar pilar khilafah Al Mubarokah tadi. Dalam menuju Kejayaan Islam yang mendunia, seperti yang terus menerus berkumandangkan ke seantero jagad sepuluh kali sehari di dalam adzan [ hayya ‘alal falah ], kami tulis buku ini.

Bila dibaca halaman perhalaman, padanya ditemukan pembahasan yang diulang. Ini terpaksa dilakukan mengingat apa yang di tuangkan adalah kumpulan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sering timbul di seputar perjuangan Islam. Bila ada hala yang berakar dari persoalan sejenis, terpaksa membuat penulis mengupas kembali hal yang sebelunnya telah dipaparkan. Semoga hal ini tidak menimbulkan kebosanan pembaca, tapi malah menebalkan keyakinan, Amiin………..

Kepada Allah kita bertawakal, kepdaNya kita memohon ampun, ditanganNya lah hidup dan mati. Sebagai ujuian, siapa di antara kita yang paling baik amalnya Q.S. (67:2).

ya Allah, kami tidak risau tentang berapa lama lagi kami bisa hidup bebas dan bertahan, yang kami takutkan hanyalah kemampuan kami dalam memegang teguh amanah iman ini. Ya Allah jangan matikan kami sebagai seorang penghianat, jangan matikan kami dari tugas jihad, jangan matikan kami sebagai orang orang yang hina menyerah kepada musuh. Matikanlah kami dalam tugas di jalanMU, baik ketika berjaya maupun sedang berjuang, sebab itulah satu-satunya keberuntungan yang besar…….

Karena itu hendaklah orang-orang yang (rela) menukar (kesenangan hidup) dunia dengan (kebahagiaan hidup) di akhirat berperang di jalan Allah. Kemudian ia gugur atau memperoleh kemenangan, maka kelak akan kami berikan kepadanya pahala yang agung. ( Q.S. Annisa 4:74)

Ya Robbunaa, Malikunaa, Wa Illahunaa……. di tanganMu lah nilai akhir kehidupan kami….. kami lakukan semua ini, melawan ketakutan dan rasa cemas, memberanikan diri berhadapan dengan kekuatan yang jauh lebih besar dari kemampuan kami, semata-mata berharap Engkau Rhido di unung hayat kami, Amiin….

 

Bumi Alloh, 10 Sya’ban 1616 H

 

Muslim ‘Abdul Mukmin