Perhatikan Firman Allon di bawah ini :

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلۡمَلِكُ ٱلۡحَقُّۗ

‘’Maka Maha Tinggi Alloh Maha raja yang sebenarnya …’’ [S.20:114]

 

وَقُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي لَمۡ يَتَّخِذۡ وَلَدٗا وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٞ فِي ٱلۡمُلۡكِ وَلَمۡ يَكُن لَّهُۥ وَلِيّٞ مِّنَ ٱلذُّلِّۖ وَكَبِّرۡهُ تَكۡبِيرَۢا ١١١

Katakanlah : Segala puji bagi Alloh yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaanNya dan tidak perlu penolong untuk menjagaNya dari kehinaan dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar besarnya.’’ [S.17:110]

Ayat pertama, menjelaskan bahwa Allohlah raja yang sebenarnya, artinya selain Alloh tidak ada satu pihak pun yang berhak mengaku punya kekuasaaan mutlak sebagai raja. Kedaulatan mutlak sepenuhnya di tangan Alloh [S. 7:54] dan itu hanya bisa terimplementasikan [terapkan] dalam Daulah Islamiyyah[1].Yakni kekuasaan Islam yang tumbuh dan berbuah dalam Darul Islam tadi. Bentuk kedaulatan lain yang tidak melayani kedaulatan tunggal Alloh ini dinilai sebagai Daulah Bathilah. Kehadirannya menjadi noda bathin bagi setiap yang setia kepadanya.

Ayat kedua, bernada perintah [katakanlah!] artinya kita diperintahkan untuk memegang teguh keyakinan yang dipaparkanNya kemudian. Yakni kita harus berprinsip bahwa segala puji hanyalah milik Alloh, Alloh tidak berputra, KerajaanNya tak tersaingi siapapun, tidak bersekutu dengan siapa siapa dalam mengelola kerajaanNya, serta kemuliaanNya eksis sendiri tanpa dukungan siapapun. Maka dari itu sudah menjadi kewajiban kita untuk mengagungkanNya dengan sebesar besar pengagungan.

Kerajaan melambangkan kedaulatan mutlak yang tak terganggu gugat, dan mukminin wajib meyakini bahwa ini adalah hak Alloh semata. Kerajaan dan Negara memiliki makna paralel sebagai lembaga kekuasaan yang memberlakukann undang undang. Dengan demikianmudah untuk  disadari bahwa bagi mukminin Negara yang membawa keselamatan di akhirat hanyalah Negara/kerajaan/emirat yang pasrah tunduk pada kedaulatan mutlak tadi. Negara yang tidak demikian,  dinilai sebagai Negara yang didirikan sebagai bentuk penyangkalan atas pernyataan makmurnya Negara itu dalam penilaian manusia.

[1] Dalam Islam yang boleh ada sebagai jabatan tertinggi adalah khalifah [S.2:30. S.6:165]. artinya pihak yang mewakili satu kekuasaan. Mewakili kekuasaan siapa ? Agar selamat di akhirat, tentunya mewakili [memegang mandate/bertanggung jawab kepada] Alloh raja yang sebenarnya tadi.

 

Advertisements