Untuk memudahkan analisa, mari kita teliti kembali pernyataan musykil tadi

Rosul SAW diutus untk memuliakan akhlaq manusia, bukan menghujat satu pemerintahan. Perjuangan Rosul SAW murni mengembangkan agama, bukan mendirikan Negara. Sebab kalau benar tujuan Rosul SAW adalah untuk mengepalai suatu pemerintahan, tentu tawaran menjadi raja yang pernah ditawarkan orang orang Quraisy, tidak akan ditolaknya. Penolakan beliau untuk menjadi raja, merupakan bukti kongkrit, tidak adanya ambisi kekuasaan dalam dakwah Islam.

Kalimat kalimat di atas penuh dengan ungkapan setengah benar, sehingga sebagiannya mesti diakui sebagai kebenaran yang kitapun berprinsip demikian. Tapi pada sebahagian lainnya kita harus bertahan dan menjelaskan kekeliruannya. Bisa jadi seperti inilah bentuk bentuk Zukhrufal Qouli ghururo yang dimaksud Quran dalam S.6:112. Dari itu kita jangan terjebak hingga menganggukkan kepala untuk seluruh pernyataan di atas, jangan pula tergesa gesa menggelengkan kepala atasnya. Mari kita urai satu persatu. Bismillah ….

Ungkapan di atas, setidak tidaknya mengandung beberapa point yang mesti diurai, diantaranya :

  1. Rosul SAW diutus utnuk memuliakan akhlaq manusia.
  2. Rosul SAW datang bukanlah untuk menghujat satu pemerintahan.
  3. Rosul berdakwah murni untuk mengembangkan agama bukan untuk menegakkan Negara.
  4. Kalau benar tujuan Rosul SAW adalah untuk mengepalai suatu pemerintahan, tentu tawaran menjadi raja yang pernah ditawarkan orang orang Quraisy, tidak akan ditolaknya. Penolakan beliau untuk menjadi raja, merupakan bukti kongkrit, tidak adanya ambisi kekuasaan dalam dakwah Islam.
Advertisements