Memperbaiki diri dan memperbaiki orang lain, di dalam Quran tidaklah mempersoalkan mana yang lebih dahulu dan mana yang dibelakangkan. Sebab keduanya senantiasa berjalan seiringan, dari itu mengapa Quran menggunakan istilah Tawashou [saling mewashiyyatkan/saling menasihati lihat S.103:1-3]. Bukan sekedar menasihati, dalam arti hanya satu pihak yang dibenahi karena pihak lain [penasihat] telah sempurna benarnya.[1] Tetapi yang sedang mewashiyyatkan kebenaran pun sedang dalam keadaan perlu diwashiyyati pula [resiprok]. Jadi tidak harus menunggu diri baik duluan, justru dalam keselarasan, terpadu dan saling memperbaiki itulah kita akan maju maenuju baik bersama sama [in harmonia progresio].

Kita menyadari bahwa manusia satu sama lain saling berinteraksi, dimana kebaikan seseorang bisa menjalar pada yang lain, begitu pula dengan keburukan dengan cepat mudah menular dari seorang ke seorang. Ibarat seorang dokter yang tengah sakit, tentunya ia tidak harus menunggu dirinya sembuh, baru mengobati orang lain. Sebab bisa jadi dalam keadaan demikian, virus yang diidap orang lain bila tidak segera dilumpuhkan bisa malah memperburuk keadaannya yang sudah sakit tadi. Dokter yang bijak akan melakukan tindakan preventive and cure[2] secara bersama sama. Ada ungkapan bagus : Tangan yang kotor sekalipun, kalau terus terusan dipakai menggilas cucian, pada akhirnya akan bersih pula seperti pakaian yang ia cuci !

Hari ini kalau saya diusili orang : ‘’Mengapa sibuk nasihati orang, urus dan baiki saja dirimu !’’ Maka sambil bergurau saya berkata  : ‘’Karena saya pun akan terlambat jadi baiknya kalau tiap hari melihat anda salah melulu. Andai anda berusaha menjadi baik, maka tentu sikap itu akan menyuburkan minat saya pula untuk meraih kesempurnaan. Kalau saya yang sudah jelek akhlaq, terus berhenti bicara baik, maka sudah tidak dikerjakan jarang dibicarakan lagi yaa tambah lupa …’’ Dia tidak jadi melotot mendengar itu, wajahnya kembali ramah. Alhamdulillah walaupun yang usil tadi tidak langsung merubah sikapnya, tapi hubungan kami tidaklah putus, artinya ada harapan dikemudian hari ia pun akan menengok hidayah berharga ini, Aamiin.

Muhasabah 2 :

Walaupun demikian, ungkapan tadi tetap mesti disadari sebagai ungkapan korektif, barangkali ia sampai tega berkata begitu, karena melihat ketidak stabilan sikap kita sendiri. Sering menyatakan hal hal yang positif, tapi sering pula ketahuan bersikap negative. Maka terlontarlah kata kata tadi.

Kita menyadari, masing masing diri adalah figure proses, dalam arti kebaikan dalam diri kita terkumpul perlahan bersama berjalannya masa. Namun sebagai mujahid, hendaknya segala kebaikan yang telah dikatakan, haruslah dijalankan dengan rajin. Sebab antara dakwah dan amal tidaklah saling menggantikan. Anda wajib mendakwahkannya, di sisi lain anda pula yang paling pertama terkena atas segenap materi dakwah yang disampaikan tadi. Bila tidak, maka dikemanakan akal kita?[3]

Apakah kalian suruh orang lain berbuat baik, sedang kalian lupakan diri kalian sendiri. Padahal kalianlah yang membaca Al Kitab, apakah kalian tidak berakal ? [S.2:44]

[1] Kalimat memberi nasihat, hanya digunakan oleh para Nabi [S.11:34, s.7:62,68,79,93] dan ini proporsional [sesuai dengan kedudukannya] bila digunakan oleh para nabi sebab beliau adalah figure figure jadi, sehingga hubungannya dengan ummat adalah memberikan arahan, bukan saling menasihati dalam arti proses agar kedua belah pihak menjadi lebih baik dari keadaan sebelumnya.

[2] Mencegah penyakit dan mengobatinya.

[3] Semakin terbukti kesatuan kata dan amal kita, maka semakin bersarlah dukungan Alloh maupun manusia atas usaha ini. Sebaliknya jika kita terjebak dalam verbalisme [bicara melulu tanpa kerja] ataupun aktivisme [Cuma sibuk bekerja, tapi tidak didahului dengan pemikiran dan pembicaraan] maka keduanya berakibat sama terasing. Yang pertama akan membuat diri terasing dari pertolongan Alloh, pada akhirnya akan dijauhi orang pula. Sedang pada kasus kedua, akan terasing dari dukungan manusia dan kengawuran kerja. Du’a dan dakwah, menyeru dan bekerja adalah bagian yang tidak boleh terpisah dalam kehidupan juang kita !

Advertisements