Memberlakukan pemerintahan Islam artinya menjadikan hukum hukum Alloh berlaku, dan hukum tersebut effektif [memiliki daya paksa] untuk dita’ati manusia. Dimana semua manusia tanpa kualifikasi setara di depan hukum. Mereka semua jadi objek hukum Alloh. Pada keadaan seperti ini berarti semua manusia menjadi hamba Alloh sang pemilik hukum tadi. Tegasnya memberlakukan pemerintahan Islam bukanlah memperhamba manusia, tapi  mengarahkan manusia supaya jadi hamba Alloh [rela ataupun terpaksa, sebagai realisasi S.13:15, S.3:85].

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ ۩

Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari.    S.13:15

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.  S.3:85

Kecuali jika pemerintahan yang anda berlakukan tidak di dasarkan pada wahyu, hukum yang berlaku sekedar produk akal manusia, maka pada sa’at itu semua manusia yang tunduk pada pemerintahan tadi, berarti tunduk pada hukum yang di buat manusia juga. Itulah keadaan yang bisa disebut, segelintir manusia memperbudak sekelompok manusia atas nama hukum ! Ini hanya terjadi di Darul Kuffar, tidak dalam Daulah Islamiyyah !

Advertisements