Benar, kita sedang berbekal untuk akhirat, lantas dimana kita mengumpulkan bekal itu ? Apa  nanti setelah masuk ke dalam akhirat ? Tentunya di dunia ini !!

Perlu juga dipertanyakan bahwa ukhrowinya Islam itu apanya, pahalanya atau amalnya ? Bila yang dimaksud adalah pahala, kita setuju sebab di sanalah disempurnakan pahala bagi mukminin. Adapun amal amal Islami, jelas harus duniawi, sebab keseluruhannya harus dilakukan di dunia dengan segal a perangkat dan sarananya ! Sholat itu harus dikerjakan di sini [di dunia] bukan di alam kubur sana, begitu pula dengan shoum, zakat dan haji. Jika kita setuju ini, lantas dimana tempat melakukan hukum hukum Islam yang lain [qishos, hudud dsb] apa menunggu semua kita mati ? Di alam ukhrowi bukan kita lagi pelaksana hukum, tapi malaikat malaikat yang keras lagi kasar, yang tidak pernah durhaka dan cari cari alasan seperti kita ! [S.66:6]

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

 Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [S.66:6]

Mengapa kita mengurus dunia ? Sebab memang diamanahkan kepada kita untuk diurus sesuai dengan programNya [S.21:105-107].

وَلَقَدۡ كَتَبۡنَا فِي ٱلزَّبُورِ مِنۢ بَعۡدِ ٱلذِّكۡرِ أَنَّ ٱلۡأَرۡضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ ٱلصَّٰلِحُونَ ١٠٥ إِنَّ فِي هَٰذَا لَبَلَٰغٗا لِّقَوۡمٍ عَٰبِدِينَ ١٠٦ وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ ١٠٧

  1. Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang saleh
  2. Sesungguhnya (apa yang disebutkan) dalam (surat) ini, benar-benar menjadi peringatan bagi kaum yang menyembah (Allah)
  3. Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam

 

Kalau tidak diperintah, tentu kita pun tak akan peduli. Harap jelas, ini bukan masalah politik atau sok ingin ngatur, tapi ibadah ! Sebab bila anda melepaskan diri/tidak mau mengurus pemerintahan, maka anda akan diurus pemerintahan Darul Kuffar. Kalau demikian, bagaimana anda melaksanakan S.4:59

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا ٥٩

  1. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya

 

yang mengharuskan ketho’atan pada pemerintah di kalangan sendiri ? ? Bahkan mentho’ati pemimpin kafir pada akhirnya akan memerosotkan iman kita dari sedikit ke sedikit, hingga ke tingkat kufur seperti mereka telah kafir , [S.3:149,4:89].

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تُطِيعُواْ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يَرُدُّوكُمۡ عَلَىٰٓ أَعۡقَٰبِكُمۡ فَتَنقَلِبُواْ خَٰسِرِينَ ١٤٩

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi [S.3:149]

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغۡفِرُ أَن يُشۡرَكَ بِهِۦ وَيَغۡفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُۚ وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفۡتَرَىٰٓ إِثۡمًا عَظِيمًا ٤٨

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar [4:89]

Tidakkah anda peduli  dengan keutuhan iman sendiri ketika dibawa ke hadirat Ilahi kelak ??

Tidak bertanggung jawab atas berlakunya pemerintahan Islam di muka bumi, dan membiarkan diri terus hidup di bawah Darul Kuffar, bukanlah berbekal hidup lebih baik di akhirat, tapi sedang mempersiapkan diri untuk disiksa Ilahi !

Tidakkah kamu memeperhatikan orang orang yang menjadikan kaum yang dimurkai Alloh sebagi wali[1] Mereka [yang berwalikan Al Mahgdhub ini] bukanlah dari golongan kamu [Front Mukminin] dan bukan pula dari golongan mereka [lihat  S.4:142-143, s.4:91].

إِنَّ ٱلۡمُنَٰفِقِينَ يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَهُوَ خَٰدِعُهُمۡ وَإِذَا قَامُوٓاْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ قَامُواْ كُسَالَىٰ يُرَآءُونَ ٱلنَّاسَ وَلَا يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ إِلَّا قَلِيلٗا ١٤٢ مُّذَبۡذَبِينَ بَيۡنَ ذَٰلِكَ لَآ إِلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ وَلَآ إِلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِۚ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَلَن تَجِدَ لَهُۥ سَبِيلٗا ١٤٣

  1. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali
  2. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang-orang kafir), maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya  [S.4:142-143]

أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يُزَكُّونَ أَنفُسَهُمۚ بَلِ ٱللَّهُ يُزَكِّي مَن يَشَآءُ وَلَا يُظۡلَمُونَ فَتِيلًا ٤٩

  1. Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikitpun [S.4:91]

Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan mereka, sedang mereka mengetahui.

Alloh telah menyediakan bagi mereka adzab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan.’’ [S.58:14-15]

Sebuah peringatan yang tegas bagi mereka yang amat memperhatikan ‘keikhlasan’ sampai lupa kalu diri masih berstatus warga Darul Kuffar !

[1] Pengertian wali menurut catatan kaki Tarjamah Al Quran. Depagri no 192 : Teman akrab, pemimpin, pelindung, penolong. Tentunya yang pemimpin dimaksud di sini, termasuk kepala pemerintahan.

Advertisements