Revolusi adalah perubahan, perubahan yang cepat. Seperti Badai memporak-porandakan semua yang dilaluinya. Menghancur-leburkan semua tatanan yang lemah. Menggilas siapapun yang mencoba menantang.

Revolusi seperti Badai. Tidak akan ada seorangpun menyadarinya (bagi yang tidak merencanakannya) kapan dia datang dan kapan akan berhenti. Tidak seorangpun mengetahui bagaimana mengantisipasinya. Tidak ada seorangpun yang dapat menghadangnya.

Revolusi adalah momok bagi yang mati hatinya. Kehancuran bagi pecinta dunia, petaka bagi pengumpul harta, nestapa untuk yang papa huda (miskin petunjuk).

Revolusi adalah kematian, pengorbanan dan darah. Pengujian tertinggi bagi loyalitas dan ketaatan. Tidak akan ada Revolusi kecuali harus ada korban karena penghambaan.

Revolusi adalah pemisah. Akan muncul jurang pemisah. Maka akan teranglah pemisah itu. Maka akan jelaslah perbedaan itu. Merobohkan yang samar dan keraguan. Memisahkan ikatan-ikatan dunia. Memisahkan Ideologi-ideologi. Memisahkan keyakinan-keyakinan.

Revolusi adalah Badai. Menghancurkan tatanan lama memunculkan tatanan baru. Seperti Badai setelah kehancuran dan kesedihan serta air mata juga darah, akan muncul keheningan dan damai. Bantuan dan kemudahan-kemudahan. Obat, Makanan, dan Kemudahan-kemudahan. Persaudaraan baru, Cinta yang baru dan iklas, rasa empati dan simpati, tawadhu dan sabar, euforia baru. Keadilan baru, karena sistem dan hukum yang baru. Perdamaian yang baru penuh rahmat dan martabat serta kemulyaan. Tatanan baru dengan paradigma baru.

Islam dibawa oleh kepercayaan Allah Muhammad bin Abdullah melalui sebuah gerakan. Gerakan Revolusi. Dari ketiadaan menjadi ada, berdiri tegak sebuah kemulyaan yang sempurna dengan karunia Allah. Memisahkan semua ikatan-ikatan dunia tetapi menyatukan diri dalam Buhul Allah (tali Allah yang sangat kuat). Dan Darah mengalir seperti sungai di surga Firdaus. Harum Kesturi.

Tegaknya Islam dibawa oleh Rosulullah dengan Revolusi. Karena perubahan bagi tatanan yang sudah membatu harus dihancurkan oleh badai. Karena sistem dan ideologi yang sudah mengakar hanya bisa tercerabut oleh badai. Dan Badai Revolusi Islam yang dipimpin oleh Rosulullah membuktikan hasil yang jauh lebih baik daripada gerakan evolusi pasif yang dibawa waraqah bin naufal. Dan Keadilan penuh rahmat akhirnya mampu membebaskan penindasan sistem Dzalim yang dinikmati rakyat ratusan tahun. Keadilan penuh rahmat mampu mengubur penderitaan.

Maka janganlah bermimpi Revolusi Budaya (jargon lain dari gerakan evolusi) mampu merubah tatanan Demokrasi Firaun (Amerika dan Negara Barat lainnya) yang bercokol di bumi Allah (termasuk Indonesia) saat ini. Maka janganlah pernah bermimpi tanpa jihad yang benar (sesuai dengan Qur’an, At Taubah : 111) akan berdiri tegak Negara Karunia Allah.

Cepat atau lambat Revolusi Islam akan terjadi di Indonesia, jika dan hanya jika para Mujahid istiqomah didalam Revolusi itu sendiri. Jika para Mujahid menghindarinya maka Allah akan menurunkan generasi baru untuk melaksanakannya (QS.9:39)

إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.)

Dengan demikian maka secepatnya para Mujahid memposisikan kembali dalam shaf yang tersusun rapih. Menjadi Thoifah Mansuroh (membentuk kelompok penolong Agama Allah) dimanapun saat ini berpijak. Menghindarkan diri dari perpecahan yang melelahkan. Berlomba-lomba untuk menjadi Ansor untuk menyambut para Muhajirin (mempersiapkan daerahnya menjadi Dar al Islam). Dan ketika Takbir dikumandangkan, sambutlah dengan penuh antusias, datanglah ke arena dengan bendera apapun yang digenggam untuk bersatu mempertahankan daulah yang dibebaskan.

 Dan Darah…. setiap tetesan darah yang mengalir dari dirimu akan menjadi bernilai melebihi dunia dan seisinya. Karena Allah telah membelinya dengan janjinya

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

(QS. 9:111. Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. )

 

Advertisements