1. Sebelum Proklamasi NII

1905 —-> berdiri SDI (Syarikat Dagang Islam)
1911 —-> berdiri SI (Syarikat Islam) melanjutkan perjuangan SDI
1912 —-> KH. A. Dahlan mendirikan Muhammadiyah, kemudian keluar dari SI
1920 —-> A. Hassan keluar dari SI lalu mendirikan PERSIS (persatuan Islam)
1926 —-> KH. Hasyim Asy’ari keluar dari SI lalu mendirikan Nahdhatul Ulama
1927 —-> Soekarno di pecat dari SI lalu mendirikan PNI (Partai Nasionalis Indonesia)
1933 —-> Sukiman keluar dari SI lalu mendirikan PARTII (Partai Islam Indonesia)
1934 —-> HOS Cokroaminoto Wafat, Pimpinan SI dilanjutkan oleh Abi Kusno Cokrosuyoso (Ketua)   dan SM Kartosuwiryo (Sekretaris)
1936 —-> SM Kartosuwiryo menerbitkan Brosur Hijrah sebagai penjelasan dari sikap politik hijrah SI (non Kooperatif dengan Kafir Belanda)
1938 —-> Abi Kusno keluar dari SI lalu mendirikan GAPI (Gabungan Politik Indonesia) kemudian masuk Volksraad (Parlemen) karena tidak setuju dengan sikap
politik Hijrah 1939 —-> SM Kartosuwiryo dengan sikap Hijrah nya mendirikan KPK SI (Komite Pertahanan Kebenaran SI)
1940 —-> SM kartosuwiryo mendirian Institut Suffah sebagai langkah untuk mencetak kader pemimpin Islam.
1942 —-> Jepang berkuasa di Indonesia 1943 —-> berdiri Masyumi (Majlis Syuro Muslimin Indonesia)
1944 —-> Masyumi membentuk pasukan Hizbullah
1945 —-> (1 Juni) Istilah PANCASILA lahir
(22 Juni) di susun Piagam Jakarta
(16 Juli) Piagam Jakarta di sahkan menjadi Dasar Negara
(7-9 Agustus) PPKI di bentuk dan di ketuai oleh Sukarno
(13-14 Agustus) SM Kartosuwiryo mensosialisasikan Konsep Indonesia merdeka versi

Islam, namun di tolak oleh Sukarno

(17 Agustus) Proklamasi RI
(18 Agustus) Piagam Jakarta di hapuskan., RI menjadi Negara Sekuler Murni (Kufur)
(29 September) Tentara sekutu datang ke indonesia setelah kekalahan jepang pada perang

dunia II, RI di kuasai Belanda kembali.
(17 November) dengan sikap Hijrah nya SM Kartosuwiryo menggalang kembali kekuatan

Umat Islam dengan membentuk Neo Masyumi bersama M. Nasir 1946 —-> Di

selenggarakan peundingan Linggarjati, wilayah RI hanya Sumatra, Jawa & Madura
1947 —-> Belanda melaksanakan Agresi Militer I
1948 —-> Di selenggarakan perjanjian Renville, Wilayah RI hanya meliputi Jogja, Solo, Magelang,

Bojonegoro, Kediri, Malang & Madiun, ibukota RI pindah ke Jogja, dan kesatuan TNI di luar
wilayah RI harus di tarik ke jogja.
—–> Masyumi menyetujui perjanjian Renville, SM Kartosuwiryo keluar dari Masyumi.
(10 Februari) wilayah jawa barat menjadi kosong karena semua kekuatan TNI (Divisi

Siliwagi) di tarik ke Jogja, melihat kondisi tersebut, SM Kartosuwiryo menyatukan kembali

Semua elemen Islam dari SI (NU, Muhammadiyah,Persis, GPII, Hizbullah, dll)
(7-10 Februari) mengadakan konfrensi di Cisayong yang menghasilkan keputusan sbb:
1. Merubah SI yang sebelumnya berbentuk partai menjadi Negara
2. Membubarkan Masyumi Jawa barat, karena Masyumi pusat ikut menyetujui perjanjian

Renville

  1. Membentuk Majlis Islam sebagai pemerintahan dasar
    Membentuk Tentara Islam Indonesia
    (12 dan 13 Februari) merupakan tonggak perjuangan penegakan Kekholifahan (kedaulatan)

kerajaan Alloh di mukabumi pasca tumbangnya kekhalifaan Turki Utsmani, dengan
berkumpulnya kurang lebih 362 orang ulama di Cisayong yang di kenal dengan “KONGRES

CISAYONG” dan memutuskan 7 program perjuangan Jihad Fi Sabilillah sebagai manifestasi

Penegakkan dienul Islam. Adapun 7 program perjuangan tersebut adalah:
1. Mendidik rakyat agar cocok menjadi warga negara Islam
2. Memberikan penerangan bahwa Islam tidak bisa di menangkan dengan Flebisit

(Referendum, Pemilu dan sejenisnya)
3. Membentuk daerah basis.
4. Memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII)

  1. Memperkuat NII kedalam dan keluar, kedalam: Memberlakukan Hukum Islam dengan

seluas-luasnya dan sesempurna- sempurnanya. keluar: Meneguhkan identitas

internasionalnya,sehingga mampu berdiri sejajar dengan negara lain.

  1. Membanntu perjuangan muslim dinegara negara lain,sehingga mereka segera bisa

melaksanakaan wajib sucinya,sebagai hamba Allah yang menegakan hukum Alloh di bumi

Alloh.
7. Bersama negarag–negara Islam yang lain, membentuk Dewan Imamah Dunia untuk memilih

seorang kholifah, dan tegaklah KHILAFAH di muka bumi.
(17 Februari) terjadi pertempuran pertama TII melawan Belanda

(1 Maret) Majlis Islam Mengangkat SM Kartosuwiryo sebagai Imam
(1-5 Mei) SM Kartosuwiryo memimpin Konfrensi Cijoho yang menghasilkan :
1. Menetapkan Wilayah Darul Islam
2. Membentuk Dewan Imamah & Dewan Fatwa

  1. Menyusun Qanun Asasi
    (1 Juni) meletus kembali pertempuran antara TII dengan Belanda di daerah
    Garut- Tasikmalaya
    (19 Desember) Agresi Militer Belanda II, Jogja sebagai Ibukota RI Jatuh, RI menyerah, Pemimpin RI di

tangkap dan di buang ke Digul (Papua). TNI mundur dan bergerilya di sekitar Jogja
(20 Desember) RI kalah perang terjadi Vacuum of Power (tidak ada kekuasaan) (22 Desember) PDRI

(Pemerintah Darurat Republik Indonesia) diproklamirkan oleh Syafrudin

Prawiranegara sebagai Presiden merangkap Menteri Pertahanan di Sumatera Barat.

Polemik seputar PDRI
– Menurut Sukarno: PDRI diproklamirkan atas permintaannya, sesuatu yang kurang logis mengingat
saat itu ia sedang diasingkan diDigul dan Syafrudin Prawiranegara sendiri merupakan salah satu tokoh yang kecewa dengan Sukarno karena dietujuinya perjanjian Renville.

– Menurut Syafrudin P: PDRI diproklamirkan atas inisiatif Syafrudin Prawiranegara sendiri (Majalah Tempo, 21/12/1985), bukan atas instruksi Sukarno, Tidak logis juga mengingat kalau memang benar atas inisiatifnya sendiri maka hal itu tidak sah secara hukum. – Pada tanggal 13 Juli 1949 kelompok PDRI Syafrudin Prawiranegara berdamai dengan Sukarno dan menggabungkan diri ke RI di yogya.

  1. Sesudah Proklamasi NII

1949 —-> (25 Januari) Karena kekalahan RI maka TNI Divisi Siliwangi yang berada di Yogyakarta pun

Akhirnya pulang kembali ke Jawa barat dengan ketidak jelasan nasib mereka.

sebagian TNI seperti Pak Kadar Sholihat dan Wa Mia setelah sampai Jawa

Barat gabung dengan TII.
(8 Mei)        Perjanjian Roem-Royen diadakan setelah pemerintah RI menyepakati syarat-

syarat yang diajukan oleh belanda. Perjanjian ini berisi rencana RI untuk

menjadi RIS dan gencatan senjata yang akan dimulai tanggal 3 Agustus 1949.
(7 Agustus)   Proklamasi NII dikumandangkan, setelah pada tanggal 6 agustus 1949, M.

Hatta, wakil RI berangkat ke Belanda untuk menandatangani kesepakatan

berubahnya RI menjadi RIS.
– Dengan bersedianya RI menjadi RIS, secara hukum proklamasi RI 17 Agustus

1945 (yang menyatakan RI merdeka) sudah BATAL

(23 Agustus) Diselenggarakan KMB (Konferensi Meja Bundar) diadakan di Den Haag,

delegasi indonesia dipimpin oleh M.Hatta hasilnya :
– RI resmi menjadi RIS

– Anggota RIS : RI, Negara Sumatera Timur, Negara Sumatera Selatan, Negara

Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Indonesia Timur
1950 —-> Jawa Tengah (Anggota Batalyon 426) dibawah Amir Fatah menyatakan bergabung dengan

NII

(19 Mei) Pertemuan antara wakil RIS (M. Hatta) dengan wakil RI (Supomo) untuk

membicarakan rencana perubahan RIS ke RI.

(14 Agustus) UUD RI di sahkan (isinya di dominasi oleh hukum kufur)
(17 Agustus) RIS resmi berubah menjadi RI kembali (6 September) Masa pemerintahan Perdana

Menteri M. Natsir, upayanya untuk menghentikan NII (yang notabene adalah

Kawan seperjuangannya dulu)gagal,
1951 —-> Jawa Timur dibawah Mayor Munawar menyatakan bergabung dengan NII
(21 Maret)Karena kegagalannya menghentikan NII, M. Natsir akhirnya diganti oleh

Perdana Menteri Sukiman.
1952 —-> (20 Januari) Sulawesi Selatan (Brigade Hasanuddin) dipimpin oleh Kahar Muzakkar

menyatakan bergabung dengan NII
1953 —-> (20 September) Aceh dipimpin oleh Tengku Daud Beureuh menyatakan bergabung dengan

NII
1954 —-> (10 Oktober) Kalimantan Selatan dipimpin oleh Ibnu Hajar menyatakan bergabung dengan

NII
(1952 – 1958) Merupakan masa jaya TII, TII selalu memenangkan setiap front pertempuran
1955 —-> Pemilihan umum RI pertama, Masyumi saat itu memperoleh suara terbanyak, tetapi tetap

saja tidak bisa mencorak RI dengan islam, umat islam selalu saja dipecundangi….
1960 —-> Karena kesulitan untuk mengalahkan TII maka TNI ( Jenderal Nasution) kemudian

mengusulkan diadakannya operasi militer dengan menggunakan taktik ‘pagar betis’

(Pasukan gabungan rakyat berantas tentara islam). TII menyadari rakyat telah di jadikan

tameng oleh TNI, sehingga dengan alasan tidak mau membunuh rakyat TII bertahan di

gunung-gunung.
1961 —-> Komandan TII Danu Muh Hasan (Ayah Hilmi Aminudin) menyerah ke RI
1962 —-> SMK tertembak dalam sebuah pertempuran & Komandan TII Adah Jaelani menyerah ke RI
(4 Juni) SMK Tertangkap di daerah gunung Geber
(5 September) SMK dieksekusi hukuman mati, perjuangan dilanjutkan oleh mujahid-

mujahid yang Istiqomah….
1984 —-> Hilmi Aminudin keluar dari struktur NII, lalu mendapat beasiswa dari pemerintah RI belajar

di Mesir.
1985 —-> Gerakan Salafy pro saudi Arabia datang ke Indonesia di pimpin oleh Yazid Jawas
1986 —-> Hizbu Tahrir masuk ke Indonesia di bawa oleh Abdurahman Al Baghdadi
1990 —-> Hilmi Aminudin kembali dari Mesir dengan membawa paham gerakan Ikhwanul Muslimin

Mesir
(1991)-à Hilmi Aminudin di angkat menjadi Mursyid Ikhwanul Muslimin kawasan Asia tenggara &

mengawali gerakan Tarbiyah di Indonesia
(1998)–àGerakan tarbiyah berganti nama menjadi PK (Partai Keadilan)
(2004)–àPK berganti nama menjadi PKS ·

Seruan !!!

Dari perjalanan sejarah mulai tahun 1905 sampai dengan sekarang maka seharusnya ummat islam bangsa Indonesia bisa menilai pihak mana yang masih istiqomah dalam menegakkan hukum Islam dan pihak mana yang telah mengkhianati penegakkan hukum Islam.

Untuk itu kami dari pemerintahan Negara Islam Indonesia dibawah kepemimpinan Imam NII ke 3 (bpk MYT) untuk kembali bersatu dengan cara songsolah kembali MKT 11 Tahun 1959.

Mari kita teruskan kembali 7 program perjuangan ummat islam bangsa Indonesia yang sudah diputuskan pada Kongres Cisayong tahun 1948. Satukan visi dan misi gerakan jihad di Indonesia dengan mewujudkan Marhalah Jihad NII sebagai bentuk kelanjutan 7 program perjuangan Kongres Cisayong tahun 1948. Songsonglah “ayyamillah” pemerintahan Negara Islam Indonesia.

 

Advertisements